jump to navigation

Debat Capres: Debat Debit yang Tidak Menarik July 3, 2009

Posted by thesunshinechacha in Politik.
Tags: , , , , , , , ,
add a comment

debat capresJika di Amerika sana debat capres merupakan hal yang sangat ditunggu dan diliput oleh hampir seluruh media, di Indonesia tidaklah seperti itu. Bila kita melihat debat capres pada hari Kamis 2 Juli 2009, hampir semua capres hanya berbicara pada tataran normatif. Kita tidak tahu apakah mereka mengetahui berapa tepatnya besarnya pajak yang akan disalurkan bagi kaum miskin, berapa kenaikan kesejahteraan yang akan dicapai jika salah satunya menjadi presiden. Yah demikianlah, jika kita hidup di negara tercinta ini. Budaya politik yang sebelumnya tidak mengenal debat capres, lalu diadakan debat capres serasa hal yang ganjil. Tidak saja bagi pesertanya, juga bagi para pemilih. Bagi peserta debat ini, saya rasa debat capres lebih kepada pengunjukan diri kepada publik (apa kata dunia jika saya tidak ikut debat). Hampir semua peserta debat ini hanya berbicara soal yang biasa-biasa saja. Tidak ada harapan yang sebenarnya dijanjikan. Masalah-masalah yang dibahas seperti pertanyaan untuk kontes Miss Indonesia, seperti persatuan, pancasila, nasionalisme, wah saya rasa sungguh basi. Apalagi jika sudah ada yang menyinggung salah satu pribadi, wah bisa-bisa seperti debat kusir. Dari segi manapun, debat capres sungguh menjadi ajang penghakiman atau malah pengakuan prestasi. Coba kalau ada capres yang bisa bicara, “Jika saya jadi presiden saya tidak mau menerima gaji, semua gaji saya akan saya serahkan bagi kaum miskin. Saya akan memotong gaji DPR menjadi hanya setengahnya saja sehingga setengahnya lagi bisa buat beli alat militer. Wah pasti hebat!
Dengan makin dekatnya pemilu presiden, debat capres menambah betapa tidak menariknya politik di Indonesia.

Salah Kaprah Ekonomi Kerakyatan Prabowo June 4, 2009

Posted by thesunshinechacha in Politik.
Tags: , , , , , , , ,
1 comment so far

MEGA-prabowoDALAMMakin dekat hari pencoblosan kampanye Capres dan Cawapres akan semakin gencar. Salah satu Capres dan Cawapres mengusung implementasi ekonomi kerakyatan dalam kampanyenya. Apa sebenarnya ekonomi kerakyatan tersebut tidaklah terlalu dipikirkan yang penting ini tema kampanye yang mumpuni dan bisa dijadikan alat yang pas untuk melihat kekurangan Capres lain yang disangka menerapkan Neoliberalisme. Saya turut heran mengapa ekonomi kerakyatan yang dijadikan senjata padahal konsep itu tidak dimengerti sebagian besar rakyat kecil yang akan mereka perjuangkan. Bagi rakyat yang hidup 5.000 atau 10.000 sehari tidaklah hal yang berbeda penerapan ekonomi kerakyatan dengan neoliberal kalau nantinya mereka mereka tetap mengalami kesulitan. Yang penting bagi mereka harga pangan yang terjangkau, subsidi pemerintah yang banyak dan kesehatan yang terjamin tidak peduli apakah itu neoliberal atau ekonomi kerakyatan.
Makanya saya heran dengan tema kampanye Prabowo yang mengusung ekonomi kerakyatan, mengembalikan kedaulatan ekonomi ke tangan rakyat; jikalau ditanya rakyat yang mana? Pastilah tidak ada jawaban yang pasti karena saat ini semua orang bisa mengklaim mereka rakyat!
Full Article

Ketagihan Deklarasi: Megawati-Prabowo Deklarasi di Pasar Gede Solo May 29, 2009

Posted by thesunshinechacha in Politik.
Tags: , , , , , ,
1 comment so far

MEGA-prabowoDALAMNah ini baru hebat, semacam kebiasaan baru. Kalau pasangan Capres-Cawapres hanya sekali deklarasi, Megawati-Prabowo dua kali mendeklarasikan diri. Mungkin belum afdol di tempat tumpukan sampah, Megawati-Prabowo menyasar Pasar Gede Solo. Tidak tahu juga apa masalahnya sehingga pasangan ini dua kali deklarasi, padahal sekali saja belum tentu banyak peminat.
Full Article

Nelson Mandela dan Motif Kekuasaan dalam Pilpres 2009 May 27, 2009

Posted by thesunshinechacha in Politik.
Tags: , , , ,
1 comment so far

MEGA-prabowoDALAMSemakin dekat ke pemilihan presiden 2009 semakin banyak saja yang mengumbar janji perbaikan. Ada yang akan melaksanakan ekonomi rakyat, ada yang menjanjikan pajak untuk kaum miskin, ada yang mengumbar prestasi konflik Aceh, Maluku, dan lain sebagainya. Jika dilihat dalam konteks untuk memenangkan pemilu tentu saja hal tersebut wajar adanya. Anehnya setiap kali menjabat atau berhasil menjadi presiden, hampir semua yang dijanjikan tersebut hilang ditelan angin. Makanya tak heran calon presiden di Indonesia begitu bersemangat mengumbar janji, toh tidak ditepati rakyat tidak akan menagih.
Salah satu calon pasangan presiden yang perlu dicermati tentunya Mega-Pro atau Megawati Prabowo. Pasangan gado-gado ini (karena yang lain pasangannya sama jenis kelaminnya) mengumbar janji pelaksanaan ekonomi rakyat. Tak tahu benarlah apa artinya ekonomi rakyat tersebut bagi mereka. Pasangan ini mengklaim pemerintah saat ini terlalu neoliberal dan tidak berpihak kepada rakyat. Tidak tahu juga rakyat mana yang dimaksud karena kumpulan 10 orang saja bisa mengklaim mereka rakyat.
Bagi saya jelas, para calon presiden lebih didorong oleh nafsu kekuasaan dibandingklan untuk mengabdi kepada rakyat.
Full Article Include Video

Politik Pencitraan Megawati-Prabowo May 20, 2009

Posted by thesunshinechacha in Politik.
Tags: , , , ,
1 comment so far

MEGA-prabowoDALAMJika politik saat ini adalah pencitraan atau bagaimana Anda mencitrakan diri Anda ke publik, tengoklah usaha yang dilakukan oleh pasangan capres dan cawapres Megawati dan Prabowo. Mereka akan mendeklarasikan diri di Bantar Gebang, tempat dimana tumpukan sampah orang Jakarta dikumpulkan. Patut dihargai juga usaha seperti ini. Dengan mendeklarasikan diri di tumpukan sampah, bukan di hotel mewah atau paling tidak tidak seperti pasangan lainnya, pasangan ini berharap citra mereka yang peduli terhadap rakyat kecil (sampah) dapat meningkat. Mungkinkah bisa selogis itu?
Sau kira politik pencitraan yang dilakukan pasangan ini sedikit atau banyaknya bertolakbelakang dengan kondisi pasangan ini sendiri. Tengoklah hasil verifikasi kekayaan oleh KPK yang menempatkan Prabowo sebagai calon capres paling kaya. Dan saya juga menganggap Megawati tidak kalah kayanya dibanding Prabowo. Lalu mengapa harus memilih tempat pembuangan sampah?
Full Article